SAYA BUKAN OKNUM SEBELAH SAYALAH OKNUMNYA, KARYA DANI HERIYANTO

Potret Dani "King" Heriyanto, Perum Karangjati Indah 2, Blok A3 No.8, Bantul, Yogyakarta, Salah satu seniman yang masuk 83 nominator International Painting Competitiopn, Jakarta Art Awards 2010. Tema untuk seniman lokal adalah "Aspek-Aspek Kota Besar" ini diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=pelukis.profile&id=120

Saya Bukan Oknum Sebelah Sayalah Oknumnya, Dani "King" Heriyanto, ukuran 140x150 cm, media: oil on canvas, 2010. Lukisan ini diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=117

SAYA BUKAN OKNUM SEBELAH SAYALAH OKNUMNYA

Banyak fenomena yang sangat spektakuler di jaman yang namanya kontemporer ini termasuk kalangan petinggi – petinggi negeri (indonesia ku) akhir – akhir ini. Kasus – kasus nan lucu dan menggemaskan mulai terkuak. Perampokan uang negara (korupsi) besar – besaran, kasus sindikat suap di segala lini, mafia hukum, penyalahgunaan kekuasaan dan lain sebagainya semakin seru untuk disimak dan di tonton.

Namun yang menarik dari semua itu adalah ini bagaikan sebuah cerita sandiwara sirkus (parodi indonesia), dimana setiap pemainnya menyuguhkan karakter lucu, pintar sekaligus bodoh dan kejam. Layak ditertawakan memang oleh masyarakat, namun juga kita disisni prihatin dan sedih kadang malah geram dengan ulah para dia dan mereka disana yang saling tudingdan tuduh bahwa yang bersalah adalah orang lain, padahal sebenarnya merekalah juga yang seharusnya dipersalahkan.

Dalam pemahaman saya sebagai seorang perupa kejadian tersebut diatas menjadi sebuah moment estetis yang sangat menggairahkan untuk dijadikan kedalam sebuah karya yang (seharusnya) sensasional, berkali – kali berita tersebut saya lihat dan saya dengar dari berbagai media informasi yang ada di negeriku indonesia ini. Dan rasanya ingin berkali – kali juga saya merespon dan menuangkan ide dan gagasan tentang berita bodoh tersebut kedalam berbagai ekspresi. Alhasil lukisan dengan judul Saya Bukan Oknum Sebelah Sayalah Oknumnya adalah akumulasi dari semua itu.

Dengan tidak bermaksud menyinggung atau menghina pihak manapun disini termasuk para dewan juri yang terhormat, kawan – kawan pejabat tinggi negara yang dicintai, sipir penjara, para pelukis sekarang yang kuran gsensitive terhadap fenomena – fenomena bangsa dan negara sendiri. Karya saya tersebut adalah karya yang original bertujuan untuk mengintrospeksi diri sendiri dan harapannya juga bisa menyentil......dengan bahasavisual yang saya hadirkan.

Artikel ini diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=117

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
coompax-digital magazine