SRIHADI SUDARSONO DENGAN KARYANYA "BOROBUDUR II"



SRIHADI SUDARSONO (Lahir/Born 1937)

Dalam karya ini Srihadi Sudarsono menghadirkan Borobudur dalam abstraksi lewat gaya pribadinya yang liris ekspresionalistik. Candi Borobudur yang hadir sebagai bentuk monumental dalam warna hitam, terasa mediatif di antara hamparan dataran warna hijau dan keluasan langit biru. Pencapaian abstraksi lewat goresan-goresan kuat pada dinding candi, dan sapuan lembut pada langit dan bumi menghadirkan keheningan spiritual yang khas, seperti lukisan-lukisan Srihadi yang lain. Kejernihan warna-warna yang mencapai atmosfer keheningan itu dapat juga dilihat pada karya-karyanya dalam serial tema “Horizon”.

Lukisan-lukisan awalnya bercorak geometris sintetik seperti pada umumnya murid-murid Ries Mulder. Pada tahun 1960, Srihadi mulai menuju eksperimentasi pada bentuk abstrak lewat tempelan potongan-potongan kertas dan spontanitas warna. Masa ini hanya dilalui sebentar, karena dalam bentuk-bentuk itu kemudian lahir figur-figur yang mengungkapkan sifat liris. Pada tahun 1970-an Srihadi yang cenderung impresionis lewat cat air dan ekspresionis lewat cat minyak dan sering memasukkan unsur simbolik dalam lukisannya.

Menurut para pengamat, kemampuan penghayatan simboliknya itu adalah pengalaman dari sanggar yang terlihat pada lukisannya. Petualangan estetiknya itu mencapai puncaknya pada periode horizon dan objek-objek dalam kekosongan warna. Hal itu merupakan abstraksi mediatifnya pada alam lewat sapuan warna-warna yang lebar dan lembut. Para pengamat sering menghubungkan lukisan-lukisan Srihadi dengan colour field painting, yaitu salah satu manifestasi mazab abstrak ekspresionisme di Amerika. Di samping itu ada juga yang menandainya sebagai manifestasi penghayatan spiritualnya lewat filosofi zen Budhisme.

Lewat periode Horizon, Srihadi terus melakukan eksplorasi objek-objek yang disatukan dalam medan warna yang luas. Berbagai figur penari, barong, dan juga Candi Borobudur, seperti muncul dari tabir warna-warna yang melingkupinya. Objek-objek menjadi sosok puitis yang merenung dalam ruang makrokosmos. Dari tinjauan tekstual, pemaknaan, maupun proses histories penemuan personal style tersebut, lukisan “Borobudur II” ini dapat dianggap sebagai karya yang representative menghadirkan pencapaian estetik Srihadi.

Borobudur II / Borobudur II (1982)

Cat minyak di atas kanvas / Oil on canvas, 95 x 140 cm, Inv. 174/SL/A

Artikel dan gambar diambil dari www.galeri-nasional.or.id/galeri-nasional/



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
coompax-digital magazine