SURFING IN THE BUSSINESS CITY, KARYA ZULKARNAENI

Potret Zulkarnaini, asal Yogyakarta, alamat Kersan RT 04 RW 04, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta 55181, diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=pelukis.profile&id=164

Surfing in The Bussiness City, karya Zulkarnaini,150x200 cm, oil on canvas, 2010. Gambar ini diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=176.
Karya Zulkarnaini ini merupakan nominator 83 besar karya yang disertakan di dalam International Painting Competition, Jakarta Art Awards 2010. Tema yang di buat sesuai untuk seniman lokal atau Indonesia yaitu Aspek-Aspek Kota Besar.

HUNIAN TERAKHIR, KARYA BUDI "BODHONG" PRAKOSO

Potret Budi Prakoso, Yogyakarta, Dayu, Jl. Kaliurang KM 8,5 Yogyakarta, diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=pelukis.profile&id=136

Hunian Terakhir, karya Budi Prakoso, ukuran 100x200 cm, media acrylic on canvas, 2010. Lukisan ini diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=111

HUNIAN TERAKHIR

Obyek dalam karya ini adalah sebuah refleksi sekaligus metafor dari kondisi kota jakarta saat ini. Dimana Jakarta masih menjadi tujuan ribuan kaum urban yang setiap saat selalu mendatangi kota ini hingga pada akhirnya setiap jengkal tanah yang tersisa menjadi lahan yang subur bagi tumbuh dan berkembangnya hunian – hunian baru untuk mereka bertahan hidup, entah itu ilegal atau maupun yang legal mereka tidak pernah peduli.
Dengan kondisi demikian tentu akan merangsang tumbuhnya usaha – usaha properti dan jasa pembangunan rumah hunian, kantor, pertokoan., hingga apartemen – apartemen yang menjamur dan dan hampir tidak terkendali perkembangannya. Karena dengan modal dan kekuatan yang ada, mereka memonopoli tanah – tanah yang tersisauntuk mereka tanami dengan bangunan – bangunan baru.
Tumbuhnya bangunan – bangunan baru seakan tidak akan pernah berhenti sebelum tanah di jakarta habis. Kemudian muncul pertanyaan dalam diri saya andai kata tanah di jakarta sudah tidak ada lagi?. Jika memang terjadi demikian, apakah tidak mungkin suatu saat nanti monas yang menjadi symbol kota jakarta pada akhirnya pun, berubah fungsi menjadi hunian terakhir, karena jakarta sudah tidak punya tanah lagi. Artikel ini diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=111

KONTRANYA JAKARTA K, KARYA ARIFIN YASONAS


Kontrasnya Jakarta, karya ARIFIN YASONAS, ukuran 200x150 cm, media: acrylic on canvas, 2010, diambil dari http://www.jakartaartawards.com/index.php?mib=lukisan.profile&id=109. Arifin adalah seorang pelukis yang masuk dalam 83 nominator lomba International Painting Competition Jakarta Art Awards 2010, dengan tema "Aspek-Aspek Kota Besar. Arifin Yasonas berasal dari Jakarta, dengan lokasi rumah di Jl. Artayasa Perum Sawo Griya Kencana Blok K-14, Limo Cinere, Depok / Pasar Seni Ancol Blok C-106, Jakarta Utara

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
coompax-digital magazine